Senin pagi ketika Annisa yang masih duduk di kelas 2 SMP akan berangkat sekolah, dihampiri Ibunya didapur sambil menyerahkan amplop berisi selembar kertas yang telah di isi tulisan. Kemudian Annisa pamit kepada Ibunya : Bu , Annisa mau berangkat ke sekolah dulu ya, ia-pun mencium tangan ibunya dan “Assalamu’alaikum”, katanya sambil berpamitan.

“Waalaikum salam, hati-hati nak ya”ujar Ibunya. “Tapi ini amplop apa kok diserahkan ke Ibu” , lanjut Ibunya.w

Sambil berlari Annisa menyahut : “Ibu baca aja, nanti Ibu juga tahu isinya.”

Setelah Anissa pergi kesekolah, dibukanya tulisan anaknya itu :

1. Kemarin Minggu Ibu suruh aku memotong rumput karna Pak Maman tidak masuk = Rp 5.000,-
2. Aku bersihkan kamar tidur Ibu dan Adik = Rp 3.000,-
3. Ibu suruh aku ke Toko beli gula = Rp 1.000,-
4. Ibu suruh aku jaga adik ketika Ibu ke Pasar = Rp 2.000,-
5. Ibu suruh aku membuang sampah = Rp 1.000,-
6. Kemarin aku terima Rapor Nilai ku bagus Juara 1 = Rp 10.000,-
7. Kemarin Ibu pake HP ku, pulsaku berkurang = Rp 5.000,-
Jadi Ibu berhutang ke Aku = Rp 27.000,-

Sang Ibu tersenyum membaca tulisan anaknya itu. Teringat ia dengan kenangan ketika anaknya masih kecil.

Sambil membalik kertas tersebut, Sang Ibu pun menulis :

1. Selama 9 bulan Ibu mengandung Annisa = Gratis
2. Sesudah 9 bulan, Annisa ingin melihat indahnya dunia, Ibupun melahirkan engkau = Gratis
3. Selama 2 tahun Ibu menyusui Annisa = Gratis
4. Ketika Annisa masih kecil suka minta dibelikan Mainan = Gratis
5. Ketika mau masuk sekolah Annisa minta dibelikan Buku Pelajaran = Gratis
6. Ketika Annisa tidak bisa mengerjakan PR, Annisa minta bantuan Ibu = Gratis
7. Ketika Annisa sakit , Ibu membawa ke dokter = Gratis
8. Ketika Annisa Opname di Rumah sakit , Ibu menunggui Annisa selama seminggu = Gratis.
9. Untuk semua kesusahan dan kesulitan selama membesarkan Annisa = Gratis.
10. Untuk semua Kasih Sayang yang Ibu curahkan dan berikan kepada Annisa = Gratis

Anakku Annisa , jika engkau menjumlahkan seluruhnya maka Annisa akan mendapatkan semuanya adalah Gratis.

Kemudian diletakkan Kertas jawaban tersebut dalam amplop di atas meja belajar anaknya.

Ketika Annisa pulang dan memasuki kamarnya, dilihatnya ada amplop berisi secarik kertas diatas meja yang tadi pagi diserahkan kepada Ibunya. Annisa pun langsung mengambil kertas tersebut dan dibacanya kertas tersebut. Seusai membaca tulisan Ibunya pada kertas itu, tanpa terasa Air mata Annisa jatuh membasahi pipinya.

Annisa segera berlari ke ruang kerja ayahnya dan mengambil stempel dari meja tersebut. Ia kemudian sambil membawa stempel dan kertas tersebut, dicarinya Ibunya di dapur yang sedang menyiapkan makan siang untuknya.

Ibunya langsung dipeluk sambil berkata : Bu,.. Aku sayang sekali sama Ibu.

Kemudian dihadapan Ibunya, Kertas tersebut ia stempel dengan stempel milik ayahnya yang tercetak merah sebuah kata dengan Huruf Besar : “LUNAS”.

Melihat tingkah anaknya tersebut , Sang Ibu pun tersenyum lagi.

Kemudian Sang Ibu berkata :
Annisa puteriku, Baginda Nabi Muhammad SAW pernah bersabda :

Laa Yajzii waladun walidan , Illa an yajidahu mamluuka Fayasy tariyahu Fayu’ tiqohu.
Yang artinya :”Seseorang tidak akan dapat membalas kebaikan orang tuanya kecuali jika ia mendapatkan orang tuanya sebagai budak kemudian ia beli dan dimerdekakan”.

Dulu seorang laki-laki melakukan tawaf sambil menggendong ibunya. Kemudian ia bertanya kepada Rasulullah SAW. ‘apakah aku telah melaksanakan haknya?’. Beliau menjawab, ‘Belum, tidak sebanding dengan satu kali keluhan (yang dirasakan oleh seorang ibu ketika hamil dan melahirkan). dalam riwayat lain dibilang tidak sebanding walau dengan setetes air susunya.

Annisa anakku sayang, Sabda Baginda Nabi SAW tersebut memberi pelajaran bagi kita bahwa Kebaikan Apapun yang diberikan oleh seorang ANAK KEPADA IBUNYA tidak akan pernah bisa menggantikan Kebaikan dan Jasa seorang IBU KEPADA ANAKNYA.

Mendengar cerita Ibunya,… Annisa pun memeluk kembali Ibunya sambil berujar :

“Ibu, Annisa Sayang Ibu”

—————————————-

“Ya Allah, cintai Ibuku,sayangilah ia selalu, izinkan aku untuk bisa membahagiakannya, selagi beliau masih hidup dan jika saatnya nanti Ibuku Engkau panggil ya Rabb, panggillah dalam keadaan khusnul khatimah. Ampunilah segala dosa-dosanya dan lpatgandakanlah segala amal kebaikannya serta sayangilah ia sebagaimana ia menyayangi aku selagi aku masih kecil ” Amiin

Sedikit nasehat sederhana :
Bila Hidup hendak Selamat, kepada IBU hendaklah TAAT;
Bila hidup hendak terhormat, Kepada IBU Wajiblah HORMAT;
Bila hidup Hendak berkah, kepada IBU hendaklah RAMAH;
Bila hidup hendak terpandang, pada IBU berkasih SAYANG ;
Bila hendak di rahmati TUHAN, kepada IBU hendaklah SOPAN;
Bila hendak menjadi Orang, NASEHAT IBU hendaklah PEGANG!;

Semoga Bermanfaat

Sumber: http://republiknol.wordpress.com/2010/03/23/stempel-lunas-buat-ibuku/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: